![[Image: sunat_jin.jpg]](http://www.beritajakarta.com/images/video/sunat_jin.jpg)
Sementara itu, jika istilah sunat jin terjadi pada anak seumuran SD, biasanya mereka mengalami paraphimosis. Paraphimosis dalam ilmu medis, phimosis atau kelainan bentuk penis yang terjadi akibat satu keadaan dimana preposium tidak bisa ditarik kebelakang sampai kepala dan leher penis. kalaupun dipaksa ditarik sampai kebelakang dapat menimbulkan ‘paraphimosis’ atau gland penis dan colum terlihat sehingga terlihat seolah-olah seperti telah disunat.Kebanyakan terjadi lantaran penis sering dibuat main-main pada anak dan tidak bisa dikembalikan. Untuk paraphimosis, anak harus disunat untuk menghilangkan kulup yang menjerat penis. Dengan begitu, saat anak masih kecil, kepala penis sudah terlihat dan oleh masyarakat biasanya dianggap sudah disunat oleh jin atau makhluk halus lainnya.
Idealnya, usia anak di khitan adalah antara umur 10-11 tahun, karena pada usia itu, si anak lebih mudah diajak berkomunikasi. Fungsi khitan membawa manfaat baik bagi kesehatan, selain menurunkan risiko terinfeksi HPV, khitan bermanfaat menghilangkan tumpukan kotoran akibat terhalang kulit sehingga mencegah peradangan kronis dan menurunkan risiko kanker penis.
Jadi Fenomena Sunat Jin semua itu kita serahkan kepada masyarakat, dan untuk mengubah sugesti masyarakat diperlukan waktu dan pembuktian, serta peran orangtua anak dan tentunya tenaga medis.
source